Jaro – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya angkat bicara soal peristiwa memilukan yang menimpa kediamannya. Ia mengungkapkan rumah pribadinya dijarah massa tak bertanggung jawab dalam situasi kericuhan yang belum lama ini terjadi. Dengan nada sedih, Sri Mulyani menyebut para penjarah bertindak seolah sedang berpesta di rumahnya.
Kronologi Penjarahan
Dalam keterangan yang disampaikan, Sri Mulyani menceritakan bagaimana massa tiba-tiba mendobrak masuk ke dalam rumah. Mereka mengambil barang-barang berharga, merusak perabotan, hingga meninggalkan kondisi rumah porak poranda.
“Saya melihat rekaman CCTV, mereka masuk bergerombol, tertawa-tawa, seperti berpesta. Tidak ada rasa bersalah sama sekali,” ungkapnya.
Beberapa barang koleksi pribadi serta dokumen penting dilaporkan hilang. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada anggota keluarga yang menjadi korban fisik dalam peristiwa tersebut.
Rasa Kecewa dan Luka Mendalam
Sri Mulyani mengaku sangat kecewa dengan kejadian ini. Baginya, rumah adalah tempat paling pribadi yang seharusnya menjadi ruang aman bagi keluarga.

Baca juga: Polda NTT Siagakan 750 Personil Amankan Demonstrasi
“Rumah bukan sekadar bangunan, tapi tempat kita membangun kenangan dan rasa aman. Saat rumah dijarah, rasa itu ikut hilang,” katanya dengan nada pilu.
Respon Pemerintah dan Aparat
Menyusul kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa orang yang diduga terlibat dalam penjarahan sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Kapolri juga menegaskan bahwa penjarahan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi, dan proses hukum akan ditegakkan.
Dukungan Mengalir untuk Sri Mulyani
Pasca curhatan ini, banyak dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk kolega di pemerintahan, ekonom, akademisi, hingga masyarakat luas. Warganet ramai-ramai menyampaikan simpati melalui media sosial, menilai tindakan penjarahan terhadap seorang pejabat negara merupakan bentuk degradasi moral yang harus dilawan bersama.
Seruan untuk Introspeksi Sosial
Menutup curhatnya, Sri Mulyani berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bersama. Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi apa pun, penjarahan bukanlah jalan keluar.
“Kalau kita kehilangan rasa hormat terhadap hak orang lain, bangsa ini akan hancur. Mari kita jaga bersama nilai moral dan rasa kemanusiaan,” tegasnya.
















