Info Jaro – Ratusan pejabat struktural lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) tiba di Politeknik Ben Mboi Universitas Pertahanan (UNHAN) RI untuk mengikuti kegiatan retret pejabat. Agenda ini menjadi salah satu langkah Pemprov NTT dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan, spiritualitas, serta memperkuat karakter birokrasi yang berintegritas.
Menyambut Retret dengan Antusias
Para pejabat struktural yang terdiri dari kepala dinas, kepala bidang, sekretaris, hingga pejabat eselon lainnya hadir dengan penuh antusias. Retret ini dirancang sebagai ruang refleksi bagi pejabat agar mampu melaksanakan tugas pemerintahan dengan hati yang jernih dan orientasi pelayanan publik yang lebih baik.
“Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar formalitas, tetapi sungguh-sungguh menjadi momentum pembaharuan diri bagi setiap pejabat,” ujar seorang panitia penyelenggara.
Sinergi Pemprov NTT dan UNHAN RI
Kegiatan retret ini terselenggara berkat kerja sama Pemprov NTT dengan Universitas Pertahanan RI yang melalui Politeknik Ben Mboi terus berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah. Kehadiran lembaga pendidikan strategis ini diharapkan mampu menambah bobot materi dan pendekatan dalam retret.
Perwakilan dari UNHAN menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata kampus pertahanan dalam membangun kualitas kepemimpinan di daerah perbatasan dan wilayah strategis nasional seperti NTT.

Baca juga: Stefani Heidi Doko Rehi Dituntut 12 Tahun Penjara
Fokus pada Integritas dan Pelayanan Publik
Materi retret dipersiapkan dengan menitikberatkan pada nilai integritas, etika pelayanan publik, serta kesadaran spiritual pejabat pemerintah. Dengan refleksi yang mendalam, pejabat diharapkan mampu menekan praktik-praktik penyalahgunaan wewenang dan lebih fokus pada kepentingan rakyat.
“Seorang pemimpin tidak cukup hanya pintar secara teknis, tetapi juga harus matang secara spiritual dan moral. Retret ini menjadi ruang pembelajaran untuk itu,” kata salah satu pemateri.
Dorongan dari Pemprov NTT
Pemerintah Provinsi NTT menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk memperbaiki kualitas birokrasi. Retret dianggap sebagai sarana penting agar pejabat dapat mengevaluasi diri dan bekerja lebih profesional ke depan.
“Pemimpin yang melayani adalah kunci. Dengan retret ini, kami ingin agar pejabat lingkup Pemprov NTT benar-benar menjadi pelayan masyarakat, bukan penguasa,” ungkap seorang pejabat senior.
Harapan untuk Birokrasi NTT
Kegiatan retret ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran acara, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam sikap dan tindakan pejabat struktural dalam melayani masyarakat.
Masyarakat NTT menaruh harapan besar agar pejabat yang mengikuti retret mampu membawa perubahan positif di instansi masing-masing. Dengan begitu, pembangunan di NTT dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan menyentuh kepentingan masyarakat luas.
















