Info Jaro – Rencana pembukaan Kejuaraan Tinju Piala Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang semula dijadwalkan berlangsung pekan ini di Kabupaten Alor terpaksa ditunda. Penundaan dilakukan menyusul adanya pertikaian antarwarga yang menimbulkan situasi kurang kondusif di daerah tersebut.
Ketegangan Antarwarga Pecah
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan antarwarga pecah di salah satu wilayah kecamatan di Alor sejak akhir pekan lalu. Pertikaian yang dipicu persoalan sepele itu berkembang menjadi keributan besar sehingga memunculkan kekhawatiran akan keamanan kegiatan masyarakat, termasuk ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi ini.
Aparat keamanan dari Polres Alor bersama TNI telah diterjunkan untuk meredam situasi. Meski kondisi relatif mulai terkendali, pemerintah daerah bersama panitia pelaksana kejuaraan memutuskan menunda pembukaan hingga keadaan benar-benar aman.
Panitia Pilih Keselamatan Peserta
Ketua Panitia Kejuaraan Tinju Piala Gubernur NTT, Yohanes Daga, menegaskan bahwa keselamatan atlet dan penonton menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, langkah penundaan dianggap sebagai keputusan paling bijak.
“Kami tidak ingin ada risiko bagi peserta maupun masyarakat yang hadir. Ajang ini seharusnya menjadi pesta olahraga, bukan justru memunculkan keresahan. Karena itu, kami sepakat menunda sampai situasi betul-betul pulih,” ujarnya.

Baca juga: Redam Konflik di Alor, Wagub NTT Johni Asadoma Temui Sejumlah Tokoh
Atlet Sudah Tiba di Alor
Sejumlah kontingen atlet tinju dari berbagai kabupaten/kota di NTT sebenarnya telah tiba di Alor. Mereka sempat mengikuti sesi latihan ringan di beberapa lokasi yang disiapkan panitia. Namun, dengan adanya keputusan penundaan, para atlet kini diminta tetap tenang dan menjaga kondisi fisik sambil menunggu pengumuman jadwal baru.
“Kami sudah siapkan asrama untuk atlet dan official. Mereka tetap kami layani dengan baik, sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah provinsi dan keamanan,” tambah Yohanes.
Pemprov NTT Ikut Turun Tangan
Pemerintah Provinsi NTT turut memantau perkembangan kondisi di Alor. Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat melalui jajarannya meminta aparat kepolisian dan TNI meningkatkan pengamanan agar situasi cepat kondusif.
Menurut perwakilan Pemprov NTT, ajang olahraga seperti tinju tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah persatuan. “Kami berharap semua pihak menahan diri. Kejuaraan ini membawa nama baik NTT, sehingga jangan sampai dikorbankan akibat konflik yang sebenarnya bisa diselesaikan melalui dialog,” ujarnya.
Harapan Jadwal Baru
Panitia bersama pemerintah daerah berencana menjadwalkan ulang pembukaan kejuaraan dalam dua pekan mendatang, dengan catatan situasi keamanan telah benar-benar stabil. Para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama juga diharapkan berperan aktif dalam mendamaikan warga yang bertikai.
“Kalau situasi sudah terkendali, kami akan segera menggelar kejuaraan. Kami optimis event ini tetap bisa berjalan sukses,” kata Yohanes.
Ajang Bergengsi di Bumi Nusa Kenari
Kejuaraan Tinju Piala Gubernur NTT menjadi salah satu event olahraga tahunan yang bergengsi di Bumi Nusa Kenari. Selain menjadi ajang mencari bibit atlet potensial, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak pariwisata dan perekonomian lokal, khususnya di Kabupaten Alor yang dikenal dengan pesona alam lautnya.
Namun untuk sementara, semua pihak sepakat bahwa menjaga perdamaian dan keamanan warga menjadi prioritas.
















