Info Jaro – Media sosial dihebohkan dengan video pendek yang memperlihatkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diduga menyalip mobil Sri Sultan Hamengkubuwono X di perempatan lampu merah kawasan Yogyakarta. Video berdurasi kurang dari 30 detik itu viral di berbagai platform, memunculkan beragam reaksi warganet.
Namun, pihak AHY membantah adanya kesengajaan dalam insiden tersebut. Staf Khusus Menteri ATR/BPN, yang turut berada dalam rombongan, menyebut kejadian itu terjadi karena kesalahpahaman dan situasi lalu lintas yang padat, bukan karena ketidaksopanan terhadap Sultan HB X.
Kronologi Kejadian yang Viral
Dalam video yang beredar sejak Minggu (12/10) sore, tampak dua mobil berpelat dinas beriringan berhenti di lampu merah. Tak lama kemudian, mobil hitam yang disebut bagian dari rombongan AHY tampak bergerak lebih dulu dan memotong posisi kendaraan lain yang diklaim sebagai mobil dinas Sultan HB X.
Rekaman tersebut diambil oleh warga dan cepat menyebar di media sosial, terutama di platform X (Twitter) dan Instagram. Warganet menilai tindakan itu sebagai sikap tidak sopan terhadap Raja sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Ini bukan soal lalu lintas, tapi soal etika kepada pemimpin daerah,” tulis salah satu akun dengan ribuan tanda suka.
Stafsus AHY: Tidak Ada Unsur Kesengajaan
Menanggapi viralnya video tersebut, Staf Khusus Menteri ATR/BPN, Taufan Dwi Saputra, menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa itu. Menurutnya, situasi di lapangan cukup padat, dan pengemudi kendaraan hanya mengikuti instruksi dari petugas pengawal (patwal) yang bertugas mengatur iring-iringan.
“Tidak benar kalau disebut AHY menyalip mobil Sri Sultan dengan sengaja. Saat itu posisi mobil berdekatan dan ada arahan dari petugas di lapangan untuk segera melintas,” jelas Taufan, Senin (13/10).
Ia juga menyayangkan penyebaran video yang dianggap tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. “Video itu dipotong dan tidak memperlihatkan konteks sebenarnya. Mohon masyarakat tidak mudah terprovokasi,” tambahnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377989/original/083133800_1760174471-Mobil_Sultan_HB_X_berhenti_di_lampu_merah_tanpa_pengawalan.jpg)
Baca juga: Peneliti FEB Undana Sebut Kelayakan Budidaya Rumput Laut di Rote Barat Perlu Dikembangkan
Klarifikasi dan Upaya Menjaga Etika
Taufan menegaskan, AHY memiliki hubungan yang sangat baik dengan Sri Sultan HB X dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan, dalam setiap kunjungan kerja ke DIY, AHY selalu mengedepankan etika dan menghormati adat setempat.
“Mas AHY sangat menghormati Sultan. Tidak mungkin beliau dengan sengaja berbuat tidak sopan di tanah Yogyakarta,” ujar Taufan menegaskan.
Ia juga menyebut bahwa rombongan AHY sedang dalam perjalanan menuju agenda resmi di wilayah Sleman saat kejadian terjadi. Setelah mengetahui video tersebut viral, pihaknya segera melakukan klarifikasi untuk mencegah salah tafsir yang dapat mencederai hubungan baik antara pemerintah pusat dan daerah.
Warganet Terbelah
Meski klarifikasi telah disampaikan, reaksi publik di media sosial tetap beragam. Sebagian netizen menerima penjelasan pihak AHY dan menilai kejadian tersebut sebagai insiden kecil yang dibesar-besarkan, sementara yang lain menilai pejabat publik harus lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang publik.
“Kalau memang tidak sengaja ya disampaikan saja dengan terbuka. Tapi rombongan pejabat memang sebaiknya tetap memperhatikan etika lalu lintas,” tulis akun @jogjaupdate.
Harapan Situasi Kondusif
Pihak Pemerintah Daerah DIY melalui Humas Kepatihan Yogyakarta belum memberikan keterangan resmi mengenai video tersebut. Namun sumber internal menyebut tidak ada masalah antara kedua pihak dan situasi tetap kondusif.
Sementara itu, Stafsus AHY berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial. “Kita harus tetap menjaga kehormatan antara sesama anak bangsa. Jangan sampai hal kecil seperti ini memecah suasana kebersamaan,” pungkasnya.
















