Info Jaro – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan pernyataan tegas terkait kondisi keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB). Menurutnya, ia menerima fakta bahwa beberapa masalah finansial dalam proyek tersebut telah terjadi jauh sebelum penanganannya, bahkan menyebut kondisi keuangan proyek sudah “busuk” saat diterima.
Pernyataan Luhut disampaikan dalam rapat terbatas dengan Komisi V DPR RI, Rabu (16/10), saat membahas perkembangan proyek KCJB dan penataan keuangan yang terlibat.
Kondisi Keuangan Proyek
Luhut menjelaskan, saat proyek kereta cepat diterimanya, terdapat ketidakteraturan dalam pembukuan dan alokasi dana, yang menurutnya sudah terlalu kompleks untuk diperbaiki secara instan.
“Saya terima sudah busuk itu barang, banyak angka yang tidak jelas, dan memang membutuhkan penanganan serius agar proyek tetap berjalan,” kata Luhut, Kamis (17/10).
Ia menegaskan, pemerintah kini berupaya melakukan rekonsiliasi keuangan, audit internal, dan penataan ulang kontrak dengan pihak swasta maupun investor asing, termasuk China Development Bank yang menjadi salah satu penyandang dana utama proyek.
Langkah Perbaikan
Menurut Luhut, sejumlah langkah telah ditempuh untuk memastikan proyek KCJB tetap berkelanjutan:
-
Evaluasi seluruh kontrak dan komitmen keuangan untuk mengidentifikasi kewajiban yang belum tertangani.
-
Koordinasi dengan BUMN dan investor agar aliran dana dapat diawasi dan transparan.
-
Penguatan tim manajemen proyek untuk memastikan efisiensi pengeluaran dan pengawasan terhadap potensi kebocoran anggaran.
“Fokus kami adalah memastikan proyek ini tidak berhenti dan dapat diselesaikan tepat waktu, sambil memperbaiki keuangan agar akuntabel,” tegas Luhut.

Baca juga: Viral NTT, Bento Pelaku Penikaman di Depan Alun-alun Kota Tiba di Kupang
Tantangan dan Kritik
Beberapa anggota DPR menyoroti bahwa kondisi keuangan proyek yang “sudah busuk” ini berpotensi menimbulkan beban tambahan bagi negara jika tidak segera ditangani. Mereka meminta pemerintah lebih transparan dalam laporan keuangan proyek serta mekanisme pengawasan yang ketat.
Luhut menanggapi kritik ini dengan menegaskan bahwa semua langkah perbaikan sedang dilakukan, termasuk audit eksternal dan pelibatan konsultan independen untuk memverifikasi kondisi keuangan.
Prospek Proyek Kereta Cepat
Meskipun menghadapi tantangan finansial, Luhut yakin proyek KCJB tetap akan selesai dan memberikan manfaat strategis bagi Indonesia, terutama dalam mempercepat konektivitas antara Jakarta dan Bandung.
“Masalah keuangan memang ada, tapi kami pastikan proyek ini akan beroperasi dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” ujar Luhut.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia, dengan total investasi mencapai sekitar Rp100 triliun. Keberhasilan penataan keuangan diyakini menjadi kunci agar proyek ini dapat rampung tepat waktu dan sesuai target.
















