Info Jaro — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pembagian logistik setelah munculnya insiden beras bantuan yang tercecer saat proses distribusi ke masyarakat beberapa waktu lalu. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh bantuan pemerintah tersalurkan secara tertib, aman, dan tepat sasaran.
Insiden Beras Tercecer Jadi Sorotan
Kasus tercecernya beras bantuan viral di media sosial dan menuai berbagai tanggapan publik. Peristiwa itu terjadi saat kendaraan pengangkut beras melintasi jalur distribusi dan diduga mengalami kelalaian teknis sehingga karung beras tidak tertata dengan baik.
KSAD menegaskan bahwa TNI AD langsung melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan penyebab insiden. Ia menyatakan bahwa apa pun bentuk keteledoran, terutama menyangkut bantuan masyarakat, harus segera dievaluasi.
“Ini menjadi catatan kami. Setiap unsur yang terlibat dalam distribusi harus lebih teliti dan mengikuti prosedur tetap,” tegas KSAD.
Sistem Distribusi Dievaluasi Total
Dalam rapat evaluasi internal, KSAD meminta satuan komando teritorial untuk meninjau ulang SOP pengangkutan dan penyerahan bantuan. Mulai dari pengemasan, pengangkutan, pengawalan, hingga penyerahan langsung ke titik distribusi resmi.
Beberapa poin yang menjadi evaluasi meliputi:
-
Peningkatan standar pengepakan bantuan
-
Pengawasan personel selama perjalanan logistik
-
Pemilahan rute distribusi yang lebih aman
-
Koordinasi dengan pemerintah daerah agar penyaluran lebih tertib
Ia menegaskan bahwa sistem distribusi yang baik bukan hanya soal ketepatan waktu, tetapi juga akurasi dalam menjaga kualitas dan kuantitas bantuan.

Baca juga: Perkuat Sinergitas Internal, Kapolres Rote Ndao Gelar Coffee Morning Bersama PJU Polres
KSAD Tekankan Disiplin Personel
TNI AD juga menekankan pentingnya kedisiplinan personel yang bertugas dalam proses distribusi logistik. KSAD mengingatkan bahwa citra TNI dan kepercayaan publik sangat bergantung pada profesionalitas dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Bantuan negara harus sampai utuh kepada masyarakat yang membutuhkan. Tidak boleh ada kerugian atau kesalahan teknis sekecil apa pun,” ucap KSAD.
Ia menuturkan bahwa pembinaan akan diberikan kepada personel yang bertugas, termasuk peningkatan pelatihan manajemen distribusi logistik.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Selain evaluasi internal, KSAD juga meminta jajarannya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk dinas sosial dan BPBD, agar pendataan penerima bantuan lebih akurat. Dengan begitu, distribusi logistik tidak hanya tertib, tetapi juga tepat sasaran.
KSAD menyampaikan bahwa penggunaan teknologi pemantauan distribusi juga menjadi opsi agar pengawasan dapat dilakukan secara real time.
Komitmen TNI AD: Bantuan Harus Aman dan Tepat Sasaran
Di akhir penyampaiannya, KSAD menegaskan bahwa TNI AD tetap berkomitmen membantu pemerintah dalam penanganan bencana dan distribusi bantuan sosial. Ia berharap evaluasi ini menjadi momentum untuk memperkuat manajemen logistik di lingkungan TNI.
“Kami siap memperbaiki apa yang kurang dan memastikan masyarakat mendapatkan bantuan sesuai yang mereka butuhkan,” tutupnya.
















