Jaro – Presiden RI resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pergantian ini menjadi salah satu sorotan utama publik, mengingat posisi Menkeu merupakan jantung pengelolaan fiskal negara. Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan dirinya memiliki kompetensi kuat di bidang fiskal dan siap meneruskan bahkan memperkuat kinerja pendahulunya.
Latar Belakang Ekonomi Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa bukan sosok baru dalam dunia ekonomi Indonesia. Sebelum menjabat Menkeu, ia pernah dipercaya menjadi Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta memiliki pengalaman panjang sebagai ekonom senior. Namanya dikenal di lingkaran kebijakan sejak era pemerintahan sebelumnya, terutama karena pemikirannya yang tajam dalam bidang makroekonomi dan stabilitas keuangan.
“Fiskal adalah bidang saya sejak lama. Saya paham betul bagaimana menjaga stabilitas keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya dalam konferensi pers perdananya sebagai Menkeu.
Visi dan Misi: Jaga APBN, Kawal Pertumbuhan
Dalam pidatonya, Purbaya menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus tetap kredibel, sehat, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Ia menargetkan kebijakan fiskal di masa kepemimpinannya akan diarahkan pada tiga fokus utama:
-
Menjaga defisit APBN tetap terkendali sesuai aturan yang berlaku.
-
Meningkatkan pendapatan negara melalui perbaikan sistem perpajakan dan optimalisasi penerimaan non-pajak.
-
Mendorong belanja produktif, khususnya untuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta penguatan daya beli masyarakat.
“Kita harus memastikan setiap rupiah dalam APBN memberikan manfaat langsung bagi rakyat. Itu tujuan utama fiskal,” tegasnya.

Baca juga: Polisi Telusuri Pengirim Paket Teror Kepala Babi ke Kreator Konten di Bogor
Menjawab Keraguan Publik
Pergantian Sri Mulyani yang dikenal sebagai sosok reformis dan dihormati di dunia internasional sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan masyarakat. Namun, Purbaya dengan percaya diri menegaskan dirinya mampu menjaga kepercayaan publik dan pasar.
“Saya tidak khawatir dengan keraguan itu. Justru ini menjadi tantangan bagi saya untuk membuktikan bahwa fiskal Indonesia tetap kuat dan kredibel. Saya siap bekerja keras,” ucapnya.
Dukungan Politik dan Ekonomi
Penunjukan Purbaya sebagai Menkeu juga mendapatkan dukungan dari kalangan politik maupun pelaku usaha. Beberapa pengamat menilai, latar belakang ekonominya yang kuat serta pengalaman di LPS akan menjadi modal besar untuk menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi harga komoditas, dan dinamika geopolitik.
“Beliau punya pemahaman mendalam tentang stabilitas sistem keuangan. Itu sangat relevan dengan kondisi saat ini,” kata seorang pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia.
Penutup
Dengan pernyataan percaya diri bahwa dirinya “jago fiskal”, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya menjaga kesinambungan kebijakan sekaligus menghadirkan terobosan baru di Kementerian Keuangan. Publik kini menanti langkah konkret sang Menkeu baru, apakah mampu melanjutkan reputasi cemerlang Sri Mulyani dan membawa Indonesia menghadapi tantangan fiskal di era baru.
















