Info Jaro – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Timor Tengah Utara memastikan bahwa tujuh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di wilayah TTU telah resmi beroperasi. Keberadaan KDKMP tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.
Kepastian ini disampaikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat peran koperasi sebagai soko guru perekonomian masyarakat.
Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Desa
Operasional tujuh KDKMP di Kabupaten TTU menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis desa. Koperasi diharapkan mampu menjadi wadah usaha bersama yang memberikan manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat sekitar.
Melalui KDKMP, pemerintah ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi di desa dapat tumbuh secara mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Tujuh KDKMP Siap Layani Masyarakat
Kadis Koperasi dan UMKM TTU menjelaskan bahwa tujuh KDKMP yang telah beroperasi tersebut sudah menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan potensi lokal masing-masing wilayah. Mulai dari usaha simpan pinjam, perdagangan kebutuhan pokok, hingga pengelolaan produk unggulan desa.
Seluruh koperasi tersebut telah melalui proses pembinaan dan pendampingan agar mampu beroperasi sesuai prinsip koperasi yang sehat dan profesional.

Baca juga: Pemerintah siap perluas digitalisasi bansos ke-40 kabupaten dan kota
Pembinaan dan Pendampingan Terus Dilakukan
Agar koperasi dapat berjalan optimal, Dinas Koperasi dan UMKM TTU terus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pengurus KDKMP. Pendampingan meliputi aspek manajemen kelembagaan, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan usaha koperasi.
Pemerintah daerah menilai penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan koperasi dalam jangka panjang.
Tingkatkan Akses Permodalan dan Usaha Produktif
Keberadaan KDKMP diharapkan dapat meningkatkan akses permodalan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di desa. Melalui koperasi, masyarakat dapat memperoleh layanan keuangan yang lebih mudah, aman, dan terjangkau.
Selain itu, koperasi juga didorong untuk mengembangkan usaha produktif yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan anggota.
Koperasi sebagai Motor Penggerak UMKM
Pemkab TTU menempatkan koperasi sebagai motor penggerak UMKM di tingkat lokal. Sinergi antara KDKMP dan pelaku UMKM dinilai mampu memperkuat rantai ekonomi desa, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran.
Dengan dukungan koperasi, UMKM diharapkan mampu meningkatkan skala usaha dan daya saing produk lokal.
Dukungan Pemerintah Daerah Berkelanjutan
Kadis Koperasi dan UMKM menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan KDKMP di Kabupaten TTU. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi pelatihan, pendampingan usaha, hingga penguatan jaringan pemasaran.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan lintas sektor agar koperasi dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Harapan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Dengan beroperasinya tujuh KDKMP, Pemkab TTU berharap kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara bertahap. Koperasi diharapkan menjadi wadah ekonomi yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan anggota.
Ke depan, pemerintah daerah optimistis jumlah dan kualitas KDKMP di Kabupaten TTU akan terus bertambah, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
















