Info Jaro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar mencatat lebih dari 122.000 warga terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Bencana hidrometeorologi tersebut dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya sungai serta terendamnya kawasan permukiman, fasilitas umum, dan lahan pertanian.
Data tersebut dihimpun dari laporan pemerintah kecamatan dan desa yang terus diperbarui seiring perkembangan kondisi di lapangan.
Sebaran Wilayah Terdampak Terus Diperbarui
Pemkab Banjar menyebutkan, banjir merendam puluhan desa yang tersebar di beberapa kecamatan. Tinggi genangan air bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter di wilayah dataran rendah dan bantaran sungai.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah dengan keterbatasan akses logistik dan air bersih.
Aktivitas Warga dan Pelayanan Publik Terganggu
Banjir berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Akses jalan penghubung antardesa terputus, aktivitas pendidikan terganggu, serta layanan kesehatan harus menyesuaikan dengan kondisi darurat.
Beberapa sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar, sementara fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir.

Baca juga: Nadiem Makarim: Saya dilahirkan dalam keluarga pejuang antikorupsi
Pemkab Banjar Tetapkan Langkah Tanggap Darurat
Sebagai respons, Pemkab Banjar menetapkan langkah-langkah tanggap darurat dengan mengerahkan perangkat daerah terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta aparat TNI-Polri.
Fokus utama penanganan diarahkan pada evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Distribusi Bantuan dan Dapur Umum
Pemkab Banjar bersama relawan dan organisasi kemanusiaan telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan, air bersih, selimut, serta perlengkapan bayi dan lansia. Dapur umum juga didirikan di beberapa titik untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga terdampak terpenuhi.
Pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan dilakukan secara merata dan tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan.
Waspada Potensi Banjir Susulan
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir diminta untuk memantau informasi resmi dari pemerintah dan segera mengungsi apabila kondisi memburuk.
Evaluasi dan Penanganan Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, Pemkab Banjar juga menyiapkan langkah jangka panjang, termasuk evaluasi sistem drainase, normalisasi sungai, serta penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa banjir yang berulang menjadi perhatian serius dan memerlukan sinergi lintas sektor untuk meminimalkan dampak di masa mendatang.
Pemerintah Ajak Semua Pihak Bergotong Royong
Pemkab Banjar mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan organisasi sosial untuk bergotong royong membantu warga terdampak banjir. Solidaritas dan kepedulian bersama dinilai sangat penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Dengan kolaborasi semua pihak, pemerintah berharap kondisi dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
















