Info Jaro – Kabar menggembirakan datang dari dunia olahraga Indonesia. Cabang olahraga pencak silat resmi masuk dalam daftar cabang yang akan dipertandingkan di Asian Youth Games (AYG) 2025. Keputusan ini disambut antusias oleh masyarakat pencak silat di tanah air, mengingat seni bela diri asli Indonesia tersebut semakin diakui di kancah internasional.
Pengakuan Internasional bagi Warisan Budaya
Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya bangsa yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada 2019 lalu. Dengan masuknya pencak silat di AYG, posisi Indonesia sebagai negara asal semakin diperhitungkan.
“Ini bukan hanya kemenangan olahraga, tetapi juga kemenangan budaya. Pencak silat kini punya panggung yang lebih luas, melibatkan atlet-atlet muda Asia,” ujar Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
AYG 2025 Jadi Ajang Debut
Asian Youth Games 2025 yang akan digelar di Tashkent, Uzbekistan, dipastikan menjadi debut bagi pencak silat di level multi-event remaja Asia. Para atlet muda berusia di bawah 18 tahun akan berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka, baik dalam kategori tanding (fight) maupun seni (artistic performance).
Menurut data resmi, akan ada 12 nomor pertandingan yang diperlombakan, terdiri dari kategori putra dan putri. Hal ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit baru pesilat Asia yang nantinya bisa bersaing di level Asian Games hingga Olimpiade.

Baca juga: Arahan Lengkap Prabowo Pasca Marak Keracunan Makan Bergizi Gratis
Indonesia Siapkan Tim Terbaik
Sebagai negara asal pencak silat, Indonesia tentu menargetkan prestasi gemilang. IPSI bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah menyiapkan program pelatnas khusus untuk membina atlet-atlet muda potensial.
“AYG ini momentum emas bagi pesilat muda kita. Selain memburu medali, mereka juga membawa nama baik Indonesia sebagai pusat pencak silat dunia,” kata salah satu pengurus KOI.
Pemusatan latihan diperkirakan akan dimulai awal 2025, dengan melibatkan puluhan atlet dari berbagai daerah yang sudah menorehkan prestasi di ajang nasional maupun internasional.
Antusiasme Atlet dan Pelatih
Bagi para atlet muda, masuknya pencak silat di AYG merupakan motivasi besar. Mereka tak hanya melihat ini sebagai ajang olahraga, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan jati diri budaya bangsa di panggung Asia.
“Ini kesempatan luar biasa. Kami ingin membuktikan bahwa pencak silat bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga bisa menjadi olahraga yang diminati dunia,” ujar salah satu atlet muda yang pernah juara di Kejuaraan Dunia Junior Pencak Silat.
Jalan Menuju Olimpiade?
Keputusan ini juga memunculkan harapan baru agar pencak silat bisa masuk ke dalam daftar cabang olahraga Olimpiade suatu hari nanti. Setelah resmi dipertandingkan di SEA Games, Asian Games, dan kini Asian Youth Games, jalan menuju pengakuan lebih luas semakin terbuka.
“AYG adalah batu loncatan. Kalau pencak silat bisa diterima luas oleh negara-negara Asia, peluang untuk menembus level dunia seperti Olimpiade makin besar,” tambah pengurus IPSI.
Kebanggaan dan Tanggung Jawab
Masuknya pencak silat ke AYG 2025 menjadi bukti bahwa olahraga sekaligus seni bela diri ini memiliki nilai universal yang bisa diterima banyak negara. Namun, di sisi lain, hal ini juga menjadi tanggung jawab besar bagi Indonesia untuk menjaga kualitas, sportivitas, dan daya tarik pencak silat di mata dunia.
“Ini momentum sejarah. Kita harus memanfaatkannya dengan baik, bukan hanya untuk medali, tapi juga untuk memperkenalkan pencak silat sebagai identitas bangsa,” pungkas Ketua Umum IPSI.
















