Info Jaro – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, turun langsung ke Kabupaten Alor untuk meredam konflik yang sempat memanas di daerah tersebut. Kehadirannya disambut positif oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat keamanan yang telah berjibaku menjaga situasi agar tetap terkendali.
Upaya Merajut Perdamaian
Dalam kunjungannya, Johni Asadoma menekankan pentingnya komunikasi dan dialog terbuka sebagai jalan penyelesaian konflik. Ia mendatangi sejumlah tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk mendengarkan aspirasi dan kegelisahan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Pemerintah provinsi hadir untuk menengahi dan mencari jalan terbaik agar konflik tidak berlanjut,” ujar Johni.
Pertemuan dengan Tokoh Masyarakat
Di beberapa kesempatan, Wagub menggelar pertemuan tertutup dengan tokoh-tokoh kunci di Alor. Agenda ini difokuskan pada membangun kembali kepercayaan antar kelompok yang sempat berselisih. Johni menekankan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus dikelola menjadi kekuatan.
“Alor adalah rumah bersama. Kita tidak boleh membiarkan konflik merusak tatanan kehidupan yang sudah lama terjalin harmonis,” tegasnya.

Baca juga: 19 kg sabu digagalkan di Gambut Banjar
Dukungan Aparat Keamanan
Langkah Wagub Johni Asadoma juga mendapat dukungan penuh dari aparat TNI dan Polri yang bertugas di wilayah tersebut. Aparat terus siaga di lapangan, sekaligus melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.
Kapolres Alor mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan intensif. “Kita semua berkomitmen menjaga Alor tetap kondusif. Pendekatan humanis dan komunikasi adalah kunci,” ujarnya.
Respons Positif dari Warga
Masyarakat menyambut baik langkah cepat yang dilakukan pemerintah provinsi. Sejumlah tokoh agama mengapresiasi kesediaan Wagub untuk turun langsung mendengarkan persoalan di akar rumput. Mereka berharap upaya ini bisa meredakan ketegangan dan membuka ruang bagi rekonsiliasi.
“Dengan hadirnya Pak Wagub, kami merasa diperhatikan. Harapan kami, semua pihak bisa menahan diri dan kembali merajut kebersamaan,” tutur seorang tokoh gereja setempat.
Harapan ke Depan
Johni Asadoma menegaskan bahwa konflik di Alor harus dijadikan pelajaran berharga agar ke depan tidak terulang kembali. Pemerintah provinsi bersama Pemkab Alor akan menyusun langkah tindak lanjut, termasuk program pembinaan masyarakat serta penguatan ekonomi lokal untuk mengurangi potensi gesekan.
“Konflik tidak menguntungkan siapa pun. Mari kita bersama-sama menjaga perdamaian demi masa depan anak-anak Alor yang lebih baik,” tutup Johni.
















