Jaro – Universitas Nusa Cendana (Undana) memasuki babak baru dalam pemilihan rektor periode 2025–2029. Panitia pemilihan telah resmi menetapkan empat calon rektor yang akan bersaing memperebutkan kursi pimpinan tertinggi di kampus negeri terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut. Tahapan selanjutnya adalah proses penyaringan yang dijadwalkan dimulai pada 23 September 2025.
Empat Nama Resmi Calon Rektor
Berdasarkan pengumuman resmi senat universitas, keempat calon yang lolos seleksi administrasi memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik dan kepemimpinan kampus. Mereka dinilai memenuhi persyaratan sesuai regulasi, baik dari segi akademis, kepangkatan, maupun pengalaman manajerial.
Meski panitia belum merilis nama secara lengkap ke publik, keempat calon tersebut berasal dari berbagai fakultas dan latar belakang keilmuan yang berbeda, sehingga diperkirakan akan menghadirkan dinamika menarik dalam proses pemilihan.
Tahapan Penyaringan: Seleksi Lebih Ketat
Proses penyaringan pada 23 September mendatang menjadi fase penting. Dalam tahap ini, senat universitas akan melakukan penilaian mendalam terhadap visi, misi, serta program kerja masing-masing calon. Presentasi terbuka dan sesi tanya jawab juga akan menjadi bagian dari proses, sehingga civitas akademika bisa menilai kapasitas dan integritas calon rektor.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana menyatakan bahwa proses penyaringan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan demokratis. “Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan dan bebas dari intervensi pihak manapun,” tegasnya.

Baca juga: Sri Mulyani Curhat Rumah Dijarah: Para Penjarah Seperti Berpesta
Harapan Besar Civitas Akademika
Pemilihan rektor baru menjadi momentum penting bagi Undana untuk melanjutkan program pengembangan kampus. Mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan berharap rektor terpilih nantinya mampu membawa Undana lebih maju, baik dari segi kualitas pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Beberapa aspirasi yang muncul dari kalangan mahasiswa antara lain perbaikan sarana prasarana, peningkatan mutu pembelajaran digital, serta perluasan kerja sama internasional. Sementara dari kalangan dosen, harapan tertuju pada peningkatan kualitas riset dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Peran Pemerintah dan Kementerian
Sesuai aturan, dalam proses pemilihan rektor perguruan tinggi negeri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga memiliki porsi suara. Hal ini membuat dinamika pemilihan tidak hanya ditentukan oleh senat universitas, tetapi juga kebijakan pemerintah pusat.
Pengamat pendidikan menilai, keempat calon rektor harus mampu menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin yang tidak hanya memahami kebutuhan internal kampus, tetapi juga mampu menjalin sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.
Menuju Pemimpin Baru Undana
Dengan ditetapkannya empat calon rektor, Undana resmi memasuki babak penyaringan yang krusial. Pada tahap inilah, kualitas kepemimpinan, gagasan besar, serta komitmen calon untuk membangun universitas akan diuji.
Siapapun yang terpilih nantinya, diharapkan mampu menjawab tantangan global, meningkatkan daya saing lulusan, dan menjadikan Undana sebagai pusat pendidikan unggulan di kawasan timur Indonesia.
















