Jaro- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabalong menyelenggarakan pelatihan tenaga konstruksi bagi warga Desa Kambitin Raya, Kecamatan Tanjung. Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja bangunan yang terampil, memahami standar keselamatan kerja, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam mewujudkan visi Tabalong Smart yang berdaya saing. Salah satu tujuannya adalah mencetak 15.000 tenaga konstruksi diaktifkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dinas PUPR Peningkatan Kompetensi dan Keselamatan Kerja
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para peserta Desa Kambitin Raya yang antusias mengikuti pelatihan. Dinas PUPR Tabalong berencana memperluas jangkauan pelatihan ke desa-desa lain, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi. Langkah ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Materi Pelatihan Dari Teknik Konstruksi hingga K3 Para peserta mendapatkan berbagai materi penting dari ahli konstruksi, antara lain:

Baca Juga: Kondisi Kesehatan Jokowi Setelah Ajudan Alergi Kulit jelaskan
-
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi – Disampaikan oleh Edy Gunawan, Asesor Tenaga Bangunan dari Dinas PUPR Tabalong.
-
Teknologi Material Bangunan Modern – Dibawakan oleh Agus Ahmad dari Axel Bata Ringan ACC Roxbond Mortar Instan, yang memperkenalkan inovasi konstruksi material yang efisien.
Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga praktek langsung, sehingga peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam pekerjaan sehari-hari.
Antusiasme Dinas PUPR Tambah Keahlian, Buka Peluang Kerja
Salah satu peserta, Edy Sudjono, mengaku termotivasi mengikuti pelatihan ini untuk menambah keahlian di bidang konstruksi. Sebagai pedagang sehari-hari, ia berharap skill baru ini dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih baik.
“Saya ingin punya keahlian tambahan, khususnya di bidang bangunan, agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” ungkap Edy.
Dengan tenaga kerja yang diaktifkan dan memahami standar keselamatan, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan efisiensi konstruksi proyek. Langkah ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
















